PT. Kalbe Farma, Tbk.

Profil PT. Kalbe Farma, Tbk

  • Alamat : Kawasan Industri Delta Silicon Jl. MH Thamrin Blok A3-I Lippo Cikarang Bekasi 17550 Indonesia
  • P.O. Box : 371 Bekasi 17037
  • Telepon : (021) 8990 7333-37
  • Faksimili : (021) 8990 7360
  • Website : www.kalbe.co.id

MANAJEMEN

  • Presiden Komisaris : Boenjamin Setiawan, M.D., Ph.D
  • Komisaris :
  1. Dra. Nina Gunawan
  2. Rustiyan Oen, MBA
  • Komisaris Independen :
  1. Prof. Dr. J.B. Sumarlin
  2. Drs. Slamet Soesilo
  • Presiden Direktur : Drs. Johannes Setijono
  • Wakil Presiden Direktur : Drs. J. B. Apik Ibrahim
  • Direktur :
  1. Bernadette Ruth Irawati Setiady, MSc.
  2. Santoso Oen, BA
  3. Yozef Darmawan Angkasa, MBA, MSc.
  4. Drs. Vidjongtius
  5. Herman Widjaja
  6. Justian Sumardi, SE

TENTANG PERUSAHAAN KANTOR CABANG

Alamat : Gedung Enseval Jl. Let. Jend Suprapto Kav 4 Jakarta 10510 Indonesia

P.O. Box : 3105 JAK.

Telepon : (021) 4287 3888 – 89

Faksimili : (021) 4287 3680

PT. Kalbe Farma Tbk didirikan pada tahun 1966, oleh 6 bersaudara: Khouw Lip Tjoen, Khouw Lip Hiang, Khouw Lip Swan, Boenjamin Setiawan, Maria Karmila, F. Bing Aryanto. PT Kalbe Farma telah jauh berkembang dari awal mulanya sebagai usaha farmasi yang dikelola di garasi rumah pendirinya di wilayah Tanjung Priok Jakarta Utara.

Grup Kalbe telah menangani portofolio merek yang handal dan beragam untuk produk obat resep, obat bebas, minuman energi dan nutrisi, yang dilengkapi dengan kekuatan bisnis usaha kemasan dan distribusi yang menjangkau lebih dari 1 juta outlet. Perseroan telah berhasil memposisikan merek-mereknya sebagai pemimpin di dalam masing-masing kategori terapi dan segmen industri tidak hanya di Indonesia namun juga di berbagai pasar internasional, dengan produk-produk kesehatan dan obat-obatan yang telah senantiasa menjadi andalan keluarga seperti Promag, Mixagrip, Woods, Komix, Prenagen dan Extra Joss.

Pada tahun 1977, KLBF mengakuisisi PT Dankos Laboratotories, tahun 1981 melakukan spin off PT Enseval sebagai distributor, tahun 1985 mengakuisisi PT Bintang Todjoe dan Hexpharm Jaya. Langkah strategis ini dilanjutkan dengan mengakuisisi PT Sanghiang Perkasa. Disamping itu KLBF juga melakukan akusisi merk Woods dan akusisi PT Saka Farma. Pada 2007, KLBF mendirikan anak perusahaan yaitu Kalbe International Pte. Ltd yang berkonsentrasi pada perdagangan di luar negeri. Saham KLBF yang dikuasai publik saat ini mencapai 46,38% dengan komposisi investor lokal sebesar 61,62% dan asing menguasai 33,38%.

Di luar itu, KLBF juga melakukan sejumlah langkah strategis. Mereka mendirikan PT. Innogene Kabiotect Pte. Ltd., sebuah perusahaan riset dan pengembangan. KLBF juga menjalin kerja sama strategis dengan Morinaga untuk mendirikan pabrik susu dengan investasi sekitar Rp. 500 miliar. Resiko bisnis yang saat ini dihadapi KLBF adalah fluktuasi mata uang karena sebagian besar bahan baku masih diimpor, daya beli konsumen yang melemah pada krisis ekonomi ini, dan tingkat persaingan yang semakin ketat sehingga menuntut efisiensi yang tinggi.

Saat ini, Kalbe adalah salah satu perusahaan farmasi terbesar di Asia Tenggara yang sahamnya telah dicatat di bursa efek dengan nilai kapitalisasi pasar di atas US$ 1 miliar dan penjualan melebihi Rp 7 triliun. Kalbe memiliki 10 cabang di luar negeri yaitu Singapura, Filipina, Malaysia, Thailand, Kambodia, Vietnam, Myanmar, Sri Lanka, Nigeria dan Afrika Selatan.

VISI dan MISI PT Kalbe Farma
1. VISI

Menjadi perusahaan yang dominan dalam bidang kesehatan di Indonesia dan memiliki eksistensi di pasar global dengan merek dagang yang kuat, didasarkan oleh manjemen, ilmu dan teknologi yang unggul.

2. MISI

Meningkatkan Kesehatan untuk Kehidupan yang Lebih Baik

Core Values:

  1. Integrity.
  2. Striving for Excellence.
  3. Strong Teamwork.
  4. Innovation.
  5. Agility.
  6. Giving the Best to Customers.

kunci sukses :

ada 4 faktor kunci sukses PT Kalbe Farma yaitu :

  • inovasi produk yang bervariasi
  • strategi pemasaran yang terpadu
  • Committed Research and Development (R&D)
  • sumber daya manusia yang reliable.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FLUKTUASI SAHAM PT KALBE FARMA :
-Sementara itu, partisipasi asing di BEJ turut mengangkat indeks di teritori positif. Sampai penutupan transaksi Rabu (16 November), asing mencapai net buying Rp 39 miliar. Pembelian asing tersebut tidak begitu signifikan namun cukup berhasil menggerakkan saham Bisnis. (17 November 2005)

-Rencana penggabungan usaha PT Kalbe Farma Tbk, PT Dankos Laboratories Tbk, dan PT Enseval diperkirakan bakal mulus karena seluruh kreditor, termasuk asing, telah memberikan persetujuan. (17 November 2005)

-Pemerintah membeli kembali Surat Utang Negara (SUN) senilai Rp 613 miliar. (29 November 2005)

-Pembelian selektif terhadap saham unggulan masih berlanjut di BEJ sehingga harga saham melonjak. (30 November 2005)

-Bank Indonesia mengingatkan dana asing yang saat ini parkir di Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan surat utang negara (SUN) agar segera dialihkan pada investasi langsung jangka panjang. (4 Mei 2006)

-Pendiri PT Kalbe Farma Tbk telah melepas 5% – 6% sahamnya melalui skema penjualan secara langsung ke pasar pada level Rp 1.417 per saham, diskon 7,98% dari harga penutupan 2 Mei di Rp 1.540.(4 Mei 2006)

-Harga saham di bursa Indonesia dinilai sudah terlalu mahal dibandingkan dengan bursa negara lainnya, sehingga investor asing dikhawatirkan menarik dananya untuk mencari pasar yang lebih murah. (8 Mei 2006)

-Harga minyak kembali baik pada awal pekan ini di New Yorksetelah Iran menolak panggilan PBB untuk mengadakan pembicaraan dengan Amerika Serikat dalam upaya penyelesaian perselisihan yang memanaskan hubungan kedua negara. (9 Mei 2006)

-PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) telah menambah penyertaan investasinya di Kalbe International Pte. Ltd (KI) sebesar satu juta satu dolar AS pada 4 Oktober lalu. (7 Oktober 2007)

MARKET PERCEPTION MAP

Market Perception terhadap KLBF merupakan konsensus pasar sebagai hasil analisis para investor terhadap kinerja keuangan saat ini dan peluang bisnis KLBF di masa depan termasuk kredibilitas manajemen dan tanggung jawab sosialnya. Faktor-faktor tersebut berpotensi besar dalam pembentukan dan pergerakan harga saham KLBF serta likuiditasnya. Tim riset CAPITAL PRICE meng-‘kuantifikasi’ unsur kualitatif yang melekat dari persepsi pasar tersebut menjadi sebuah market perception yang mudah dipahami melalui pemetaan yang terstruktur dan informatif.

Market Perception Map 2008 memvisualisasikan posisi perusahaan KLBF melalui CP (current performance) index dan FGO (future growth opportunity) index relatif terhadap perusahaan-perusahaan lain pada tahun 2008. Manajemen KLBF juga dinilai cukup kredibel oleh pasar terlebih didukung tata kelola perusahaan yang baik dan kredibel. Pangsa pasar domestik KLBF semakin terbuka karena kemampuan penetrasi yang lebih baik melalui jaringan distribusi dan produk yang inovatif.

Penilaian pasar terhadap kinerja profitabilitas KLBF dalam jangka pendek (CP) tahun 2008 di atas rata-rata emiten-emiten lainnya, karena tingkat efisiensi yang baik serta manajemen yang solid.

Sedangkan ekspektasi pasar terhadap prospek pertumbuhan bisnis KLBF di masa depan (FGO) sama dengan rata-rata perusahaan lainnya di BEI. Hal ini disebabkan karena meningkatnya persaingan bisnis yang semakin ketat dan regulasi baru terkait harga obat, hak paten, bahan baku impor dan proses regristrasi obat yang birokratis serta maraknya pemalsuan obat.

Kesimpulan CAPITAL PRICE terhadap KLBF adalah Tradisionalis dangan visi value manager yang kuat. Apabila aksi korporasi KLBF di masa depan berhasil menciptakan prospek bisnis yang lebih baik maka KLBF akan semakin mantap di industri ini.

PROSPEK BISNIS

Prospek bisnis saham KLBF dinilai cukup baik karena kinerjanya berpotensi terus membaik sekalipun dalam kondisi ekonomi yang melemah seperti ini. Dalam jangka menengah KLBF masih memberikan ekspektasi yang baik kepada pemegang sahamnya. Disamping target pertumbuhan penjualan 2009 sebesar 11% atau menjadi Rp. 8,65 triliun dari estimasi tahun 2008 yaitu Rp.7,8 triliun.

Tantangan serius bagi KLBF adalah melemahnya kurs rupiah terhadap dolar AS ynag membuat beban tersendiri bagi emiten ini karena sebagian besar bahan baku masih diimpor dalam denominasi dolar AS. Sementara pendapatan KLBF dan harga jual obat masih dalam rupiah sehingga berpotensi memicu gap yang berpotensi merugikan perseroan ini. Tingginya harga bahan baku obat mengakibatkan kinerja KLBF akan tertekan sehingga sulit mencapai kinerja optimal untuk mencapai target pertumbuhannya. Bahan baku obat merupakan pemicu biaya tinggi karena mendominasi sekitar 85% dari komponen biaya produksi obat nasional.

Pada tahun 2009 perusahaan menganggarkan belanja modal sebesar Rp. 250 miliar sampai Rp. 300 miliar. Dana tersebut sepenuhnya diambil dari kas internal perseroan. Capital Expenditure (CAPEX) juga akan digunakan untuk mengeluarkan 20 produk baru di tahun depan. Perseroan juga berencana memperluas area cabang distribusi dengan target peningkatan 5% per tahun. Saat ini perseroan memiliki kantor cabang sebanyak 150 ribu unit. Hingga penghujung tahun 2008, perseroan mentargetkan perolehan laba bersih sekitar Rp. 600 miliar sampai Rp. 700 miliar atau tumbuh 11%.

KLBF juga berencana melakukan program buy back saham maksimal 14,94% dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan. Sebelumnya KLBF juga telah melakukan buy back sejak 14 November – 30 Desember 2008 sebanyak 74 juta saham senilai Rp. 30 miliar dari Rp. 940,7 miliar yang telah dianggarkan.

Disamping itu, KLBF juga tengah menghadapi gugatan JP Morgan terkait kasus transaksi derivatif forex sebesar Rp. US$ 19,19 juta. Namun pihak manajemen KLBF menolak klaim sepihak tersebut karena tidak pernah menandatangani International Swap and Derivatives Association’s (ISDA) Master Agreement dengan pihak JP Morgan. Tampaknya investor tidak menilai masalah ini sebagai kendala bagi KLBF.

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s